Secara Geografis Pulau Kei Besar bagian timur di Kabupaten Maluku Tenggara berhadapan langsung dengan Laut Arafura, ketika musim timur tiba masyarakat kesulitan dalam melaksanakan aktfitas sebagai nelayan maupun kehidupan sehari-hari yang lain.
Pergantian Musim tahun 2012 seperti didaerah lain diKabupaten Maluku Tenggara mengalami hal yang sama, hal ini sangat dirasakan masyarakat wilayah pesisir timur Pulau Kei Besar tatkala dimusim ini masyarakat resah akibat musim ombak besar yang dikenal dengan musim timur biasanya terjadi sejak awal April hingga awal september. Sungguhpun kondisi demikian berjalan selama enam bulan bukan penghalang bagi mereka untuk melaksanakan aktifitas kesehariannya.
Kehidupan keras sangat dirasakan masyarakat wilayah ini, karena ketika musim timur batu alam yang tersusun secara manual oleh masyarakat selalu roboh diterpa kekuatan ombak dengan ketinggian satu sampai tiga meter, namun masyarakat setempat menganggap hal yang biasa. Walaupun kesulitan dalam pelayaran maupun pencaharian nelayan setempat, tetapi tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam melaksanakan aktfitas kelaut.
Sesuatu yang sungguh tidak dibayangkan karena kehidupan masyarakat pesisir pantai wilayah timur pulau Kei Besar menghadapi musim timur sulit dalam berakses kelaut, seperti dirasakan masyarakat di Ohoiel, Ohoirenan,Ohoiwait, Weduar, Tutrean, Ngefuit, Waurtahait, Yamtel, Fako dan wilayah Kei besar utara Timur. Apapun resiko yang diambil mereka tetap tabah menjalani kehidupan sebagai masyarakat pesisir yang sejak nenek moyangnya sudah hidup dalam kekerasan alam laut yang terasa pada musim timur ini.
Selain itu sumber rejeki didapat melalui salah satu pencaharian yaitu telor ikan dalam bahasa Kei (wor) dari telor ikan terbang yang mempunyai nilai jual sangat ekonomis bagi mereka yang hendak melaut dan bersaing dengan nelayan luar daerah yang datang mempergunakan kapal laut dan peralatan yang lebih baik dibanding nelayan setempat hanya menggunakan kole-kole (sampan) ditumpangi satu orang dengan berdayung menantang ombak besar.
Sehubungan dengan itu kepada kontributor www.malukutenggarakab.go.id masyarakat setempat mengharapkan Pemerintah membantu membangun tanggul laut yang dapat menantang ganasnya ombak, sebagaimana sudah dibangun dibeberapa tempat namun masih banyak yang perlu dibangun agar rasa aman selalu dinikmati masyarakat diwilayah ini.






































