

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dengue yang termasuk kelompok Arboviroses. Ada tiga faktor yang memegang peranan pada penularan infeksi virus dengue, yaitu : Manusia, Virus dan Fektor Perantara. Virus dengue ditularkan kepada Manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk Aedes Albopictus dan Aedes Polynesiensis.
Di Maluku Tenggara, kasus penyakit demam berdarah dengue ini baru pertama kali ditemukan pada tanggal 19 Desember tahun 2011. Jumlah Kasus DBD sejak bulan Desember tahun 2011 sampai dengan bulan Januari tahun 2012 ini sudah mencapai 13 penderita yang dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun dan kematian karena DBD adalah 0 (nol) kasus. Dari 13 penderita yang dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun itu 7 penderita berasal dari Kabupaten Maluku Tenggara dan 5 penderita berasal dari wilayah Kota Madya Tual. Penderita DBD yang dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun ini terdiri dari 10 penderita anak-anak dan 3 penderita dewasa.
Kasus DBD yang terjadi saat ini di Kabupaten Maluku Tenggara adalah termasuk dalam Kejadian Luar Biasa ( KLB ) dan merupakan bencana di Bidang Kesehatan.
Pada umumnya penderita DBD ini masuk rumah sakit dengan keluhan dan gejala panas tinggi,timbul bintik-bintik merah dikulit dan dari hasil pemeriksaan laboratorium terjadi penurunan Trombosit di bawah 100.000 / mm3 dan Peningkatan Hematokrit lebih dari 20 %, Tes Rumpelede positif serta hasil konfirmasi dengan dengan Rapid Diagnostic Test ( RDT ) adalah positif. Kasus DBD ini cendrung meningkat disaat curah hujan cukup tinggi seperti yang terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara pada Bulan Desember sampai dengan saat ini.

Untuk penanggulangan kasus DBD yang terjadi di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara maka Dinas Kesehatan Maluku Tenggara telah melakukan upaya-upaya antara lain :
- Kegiatan Sosialisasi oleh Dokter Residen Penyakit Anak dan Dokter Residen Patologi Klinik tentang Diagnosa dan Pengobatan Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) bagi Dokter dan Perawat Poliklinik di 15 Puskesmas yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara pada tanggal 16 Desember tahun 2011.
- Melaporkan KLB Demam Berdarah Dengue ini ke Dinas Kesehatan Provinsi Maluku pada 10 Desember tahun 2011 sehingga telah dikirim petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku untuk melakukan test konfirmasi untuk DBD dengan menggunakan RDT ( Rapid Test Diagnostic ) dan juga memberikan bantuan RDT bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara untuk DBD sebanyak 20 RDT sebagai peralatan untuk mengkonfirmasi kasus DBD.
- Sosialisasi untuk masyarakat lewat media elektronik dan puskesmas tentang Demam Berdarah Dengue sehingga masyarakat dapat mengerti lebih baik tentang Demam Berdarah Dengue.
- Melakukan Koordinasi dengan RSUD Karel Sadsuitubun dalam penanganan penderita DBD.
- Melakukan kegiatan pengasapan ( fogging ) pada perumahan penduduk dengan target 1000 rumah penduduk yang berada di kawasan Kota Langgur yaitu dimulai dari Watdek,Ohoijang,Perumnas,kawasan Perumahan Pemda dan Langgur sampai batas Werlilir.Kegiatan pengasapan ini dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara sebesar Rp.72 juta yang diambil dari dana cadangan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Kegiatan Fogging ini merupakan tindakan segera dalam memutuskan mata rantai penularan DBD dengan membasmi nyamuk Aedes Aegypti dewasa pembawa virus Dengue sehingga diharapkan bahwa penularah DBD akan teratasi dan kasus DBD yang terjadi pada masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara akan menurun.
Peta kasus DBD di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dapat dilihat pada peta berikut :
