“PENGAWASAN RUMAH MAKAN DAN INDUSTRI RUMAH MAKAN PANGAN

Salah satu faktor yangmempengaruhi kesehatan manusia adalah gizi yang diperoleh dari makanan sehari-hari.Jenis dan cara pengolahan bahan pangan sangat menentukan kadar gizi hasil olahan makanan tersebut. Kebutuhan pangan dan gizi keluarga dapat terpenuhi dari ketersediaan pangan setempat, daya beli yang terjangkau dan memenuhi syarat menu seimbang.

Disamping menu seimbang makanan juga harus memenuhi syarat kesehatan yaitu tidak terdapat bahan berbahaya baik kimia maupun mikroorganisme. Untuk mendapatkan makanan yang memenuhi syarat kesehatan perlu pengolahan yang baik mulai dari penyimpanan sampai penyajian.Sudah diketahui bahwa bahan pangan seperti : daging,ikan,telur,sayur maupun buah,tidak dapat disimpan lama dalam suhu ruang. Masa simpan bahan pangan dapat diperpanjang dengan disimpan pada suhu rendah; dikeringkan dengan sinar matahari atau panas buatan;dipanaskan dengan perebusan;diragikan dengan bantuan ragi,jamur atau bakteri;dan ditambah bahan-bahan kimia seperti : garam,gula,asam dan lain-lain.

Penyimpanan bahan pangan suhu rendahdapat memperlambat reaksi metabolisme. Selain itu dapat juga mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan atau kebusukan bahan pangan.
Pengolahan bahan pangan dengan tujuan memperpanjang masa simpan harus dilakukan dengan hati-hati karena hasil olahan tersebut harus bebas kuman,bakteri atau jamur. Selain itu harus diusahakan agar nilai gozi yang terkandung didalam bahan pangan tersebut tidak banyak berkurang karena proses pengolahan.

Tempat pengolahan minuman seperti : Restoran/ Rumah Makan,Warung Kopi,Pedagang Makanan Keliling, sewaktu-waktu dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan apabila TPM/IRTP tersebut tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga pengawasan TPM/IRTP mutlak diperlukan,apalagi Restoran / Rumah Makan dan industri rumah tangga pangan merupakan komponen pendukung utama sektor pariwisata daerah.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan serta lajunya pertambahan penduduk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berusaha meningkatkan taraf hidupnya melalui berbagai cara dan upaya, salah satunya adalah Industri Rumah Tangga khususnya makanan minuman yang lebih dikenal dengan sebutan Industri Rumah Tangga Pangan ( IRTP ).
Pertumbuhan IRTP di Kabupaten Maluku Tenggara begitu pesat,hal ini dapat menimbulkan dampak bagi manusia,baik positif maupun negatif. Dampak positif yang timbul yaitu meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Dampak lain yang lebih penting adalah memperkenalkan daerah kita melalui makanan khas aslidaerah seperti : enbal lempeng,enbal kacang,kacang botol dan lain-lain. Sedangkan dampak negatifnya antara lain seperti : penggunaan zat-zat berbahaya berupa bahan pengawet,pemanis buatan dll yang sudah tentu berakibat negatif bagi kkesehatan.
Untuk menjaga Mutu dan Hygiene Rumah Makan dan Produk Industri Pangan Rumah Tangga di Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah daerah Melalui Dinas Kesehatan telah melakukan pengawasan dan penelitian bagi industri Rumah tangga mulai dari pemeriksaan sanitasi tempat usaha, lingkungan pemeriksaan karyawan / tenaga pengolah makanan dan pemeriksaan sampel makanan di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara yang telah memenuhi syarat dapat dikeluarkan sertifikasi layak mutu dan hygiene. Sertifikasi Hygiene yang telah dikeluarkan pada tahun 2010 dan tahun 2011 sebagai berikut :




































