• Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration

Rakor Pemprov Maluku Di Langgur Mampu Mengakomodir Sektor Industri.

Langgur,Info Publik–Rapat Kordinasi Organisasi Perangkat Daerah (Rakor OPD) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku tahun 2020 yang terlaksana di Kota Langgur harus mampu mengakomodir kebutuhan dalam usaha untuk meningkatkan sektor perindustrian.

Last Updated on Thursday, 27 February 2020 00:57 Read more...
 

Bupati Maluku Tenggara Serahkan Bantuan Bagi Penyandang Disabilitas

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

Langgur., Humas Malra-Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun menyerahkan Bantuan Jaminan Hidup dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Program Bantuan Disabilitas Tahun Anggaran 2019 kepada 53 Orang Penyandang Disabilitas baik di dalam Panti Anak Berkebutuhan Khusus Bhakti Luhur dan di luar Panti, yang dilaksanakan di Panti Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Bhakti Luhur Loon.

Last Updated on Saturday, 22 February 2020 00:56 Read more...
 

Kapolres Malra Indra Fadillah Siregar Diangkat Sebagai Putra Kei.

Langgur, Info Publik-Kepala Polisi Resort (Kapolres) Maluku Tenggara AKBP Indra Fadilla Siregar, dikuhkuhkan secara adat merupakan suatu kehormatan yang didapat Kapolres Malra karena gelar adat ini tidak diberikan sembarangan kepada siapapun, namun karena dinilai oleh para Rat di Negeri Evav ini sangat layak untuk diberikan kepada Indra Fadilah Siregar Sebagai Keluarga Besar Kei.

Last Updated on Wednesday, 19 February 2020 14:07 Read more...
 

Kabupaten Maluku Tenggara Resmi Miliki Sekda Definitif.

Langgur, Info Publik-Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Maluku Tenggara kepada Ahmad Yani Rahawarin sebagai SEKDA Defintif.

Last Updated on Tuesday, 18 February 2020 10:09 Read more...
 

MODEL PLURALISME ORANG KEI

Oleh : YOS F RETTOBJAAN

Masyarakat adat Kei terbentuk sejak ribuan tahun silam dari berbagai latar belakang, baik dari sisi asal usul maupun keyakinan dan kepercayaan. Latar belakang asal usul, seperti yang berasal dari Jawa dan Bali, Tidore dan Ternate, Luang, seram, Banda dan lain-lain. Namun keberagaman ini oleh leluhur Kei mampu dipersatukan menjadi persekutuan masyarakat adat Kei sejak penyebaran hukum adat Larwul Ngabal, berupa ohoi nuhu, utan lor, dan ursiw lorlim. Bahkan ketika agama mulai masuk baik Islam maupun Kristen, dibanyak desa (ohoi) disepakati antar saudara, sehingga ada yang memeluk agama Kristen dan ada yang memeluk agama islam dengan tetap menjaga jalinan hubungan kekerabatan dan persaudaraan.

Jalinan hubungan kekerabatan dan persaudaraan antar orang Kei pada saman dahulu melampaui batas desa, agama bahkan pulau. Dan yang sangat menarik dari kehidupan kekerabatan orang Kei dari sisi perbedaan agama yang masih dirasakan sampai dekade tahun 1980-an adalah misalnya saling mengunjungi, nginap bersama saudara beda agama, minum makan bersama dan perkawinan beda agama. Namun keunikan dan kekuatan persekutuan masyarakat ini telah luntur karena berbagai pengaruh seperti fanatisme golongan, logika berpikir menurut budaya daerah lain dan pengaruh arus modernisasi serta kemajuan perkembangan teknologi informasi menyebabkan orang Kei mulai bersifat individualisme, tidak peduli terhadap sesama dan kesenjangan sosial yang semakin terasa, sehingga peristiwa memalukan pernah terjadi tahun 1999.

Mencermati Keunikan budaya dan nilai-nilai kekerabatan warisan leluhur Kei, maka generasi muda Kei perlu belajar agar dapat melestarikan budaya dan nilai-nilai dimaksud, sehingga dapat menepis berbagai pengaruh profokatif yang dapat menyesatkan dan memecah belah kerukunan hidup sebagai orang Kei yang sebenarnya terikat sebagai kesatuan persekutuan masyarakat adat karena hubungan dara (yan ur mangohoi) ikatan persaudaraan karena kesepakatan leluhur (Khoi maduan dan tea bel) dan hubungan teritorial (wilayah kekuasaan).

Sebagai panduan refleksi maka generasi mudah Kei perlu mendalami beberapa pertanyaan kritis sebagai berikut:

  1. Sejauh mana kita pahami keunikan dan nilai-nilai kekerabatan warisan leluhur kita?
  2. Apakah polah hidup leluhur kei sebagaimana telah digambarkan di atas bertentangan dengan kehendak Allah?
  3. Mengapa peristiwa memalukan tahun 1999 bisa terjadi di Kepulauan Kei?
  4. Mengapa orang Kei bisa menyelesaikan sendiri permasalahan tahun 1999 tanpa bantuan pihak lain?

Kiranya pertanyaan refleksi ini memacu kita sebagai generasi muda Kei untuk merefleksikan diri kita, lingkungan kita dan membangkitkan semangat kita untuk terus menggali nilai-nilai kearifan warisan leluhur kita sebagai pegangan hidup kita.

Last Updated on Monday, 17 February 2020 16:17
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 53

Hukum

JW Media Player

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Simple Video Flash Player Module



Get the Flash Player to see this player.



Polls

Penilaian anda untuk web ini?
 

CALENDAR

Photo Gallery

Slideshow Image 1
Slideshow Image 2
Slideshow Image 3
Slideshow Image 4
Slideshow Image 5
Slideshow Image 6
Slideshow Image 7
Slideshow Image 8
Slideshow Image 9
Slideshow Image 10

Who's Online

We have 195 guests online