• Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
Home Budaya Dari Woma Rer Letvuan Napak Tilas Berakhir Dimakam Nen Dit Sakmas Di Ohoi Samawi.

Dari Woma Rer Letvuan Napak Tilas Berakhir Dimakam Nen Dit Sakmas Di Ohoi Samawi.

E-mail Print PDF

Langgur, Info Publik-Napak tilas Nen Dit Sakmas merupakan wujud dari perjalanan Nen Dit Sakmas dalam mempelopori pencetusan Hukum Larvul Ngabal.

Napak Tilas ini dengan berjalan kaki menelusuri jalan yang pernah dilalui oleh Tokoh Perempuan Kei Nen Dit Sakmas dari asalanya Desa Letvuan Woma Rer Kecamatan Hoat Sorbay bagian Barat Kei Kecil sampai pada tempat peristirahatan terkahir atau makamnya di Ohoi Samawi Kecamatan Kei Timur. Napak Tilas dimulai dari Ohoi Letvuan tersebut diawali dengan ritual adat dilokasi bersejarah atau makam keluarga Nen Dit Sakmas yang dipimpin tua adat tertentu yaitu penjaga/juru kunci lokasi Makam Keluarga Nen Dit Sakmas, setelah itu peserta baru dapat melakukan perjalanan Napak Tilas yang digelar dari Ohoi Letvuan, Rabu (4/9).

Napak Tilas dipimpin langsung oleh Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Maluku Tenggara Ny. Eva Hanubun dan Wakil Ketua PKK Maluku Tenggara, Ny. R. Beruatwarin dengan membawa Bakul/Saloy Suku Kei. Napak Tilas Peringatan Nen Dit Sakmas merupakan wujud menghargai Nen Dit Sakmas Tokoh Perempuan Kei yang mencetuskan Hukum Adat Larvul Ngabal Suku Kei. Peserta melakukan perjalanan Puluhan Kilo Meter ini melewati Hutan dan Ohoi-ohoi yang pernah disinggahi Nen Dit Sakmas, dengan Kabaya Putih berikatkan kain Kuning seluruh peserta, baik dari PKK yang mewakili Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta PKK Desa-desa melakukan perjalanan secara estafet yaitu dibagi dari satu lokasi/ohoi sampai pada Makam Nen Dit Sakmas di Ohoi Samawi.

Kegiatan yang dilaksanakan PKK Kabupaten Maluku Tenggara ini mendapat respon luar biasa, karena sejak daerah ini terbentuk sebagai suatu kesatuan Pemerintahan, baru pertama kali dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Puncak Peringatan Hari Nen Dit Sakmas yang akan berlangsung pada tanggal, 7 September 2019 mendatang. Selain itu mengutip pernyataan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun saat deklarasi penetetapan tanggal, 7 September sebagai Hari Nen Dit Sakmas, Hanubun menegaskan bahwa sebagai masyarakat adat kita harus menghargai, menghormati, mengangkat harkat dan martabat wanita Kei, karena kita semua adalah satu namun setelah datangnya agama maka ada yang masuk Katholik, ada yang masuk Islam, ada yang masuk Protestan dan ada yang bertahan tetap Hindu, tetapi sesunggunya kau adalah aku dan aku adalah kau. Makna dari semua perjalanan ini menurut Hanubun sangat luar biasa, karena Nen Dit Sakmas tokoh wanita Kei dan tokoh-tokoh Leluhur lainya bersama-sama menetapkan hukum adat Kei Larvul Ngabal di rumah Amalir Loor di Desa Ellar. Selain itu kegiatan ini juga merupakan pengembangan wisata budaya yang perlu dikembangkan dan dilestarikan karena tidak dimiliki oleh semua daerah.

Last Updated on Wednesday, 04 September 2019 15:37  

Hukum

JW Media Player

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Simple Video Flash Player Module



Get the Flash Player to see this player.



Polls

Penilaian anda untuk web ini?
 

CALENDAR

Photo Gallery

Slideshow Image 1
Slideshow Image 2
Slideshow Image 3
Slideshow Image 4
Slideshow Image 5
Slideshow Image 6
Slideshow Image 7
Slideshow Image 8
Slideshow Image 9
Slideshow Image 10

Who's Online

We have 65 guests online