• Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
Home Profil Investasi Kapal Motor Pemburu Telor Ikan Terdampar Di Ohoiel Kei Besar

Kapal Motor Pemburu Telor Ikan Terdampar Di Ohoiel Kei Besar

Langgur, info Publik- Kehidupan akan terus berjalan, begitu juga kehidupan anak cucu negeri ini, datang dan pergi begitulah warna warni kehidupan, hal ini menjadi bagian dari Keresahan masyarakat atas hasil musiman telor ikan diwilayah pesisir Pulau Kei Besar. Senin, 24/06.

Berdasarkan hasil konfirmasi dengan salah satu Pemuda Ohoiel Borju Betaubun, yang dikonfirmasi via telephone bersama masyarakat Desa Ohoiel atas nama Bapak Mely Betaubun menjelaskan bahawa, kronologi terdamparnya Motor Nelayan tersebut akibat gangguan mesin terlebih lagi cuaca ekstrim musim timur yaitu angin dan ombak, maka kapal motor bersama enam orang awaknya tersebut terdampar di pantai desa ohoiel. Dijelaskan pula bahwa saat ini ditemukan satu buah kapal nelayan pencari telor ikan yang melakukan operasi tersebut terdampar akibat angin kencang dan ombak yang besar mencapai 3 sampai 4 meter diwilayah timur.

Pesisir timur Nuhu Yut sangat pada musim tersebut menantikan telor ikan/wor sebagai makanan tahunan sekaligus menjadi salah satu pencaharian masyarakat karena harganya sangat menjanjikan. Harga mentah telor ikan atau Wor berkisar antara Rp. 75.000 sampai dengan Rp.100.000 per ikat/bola, maka dari sisi pendapatan masyarakat nelayan wor/telor ikan dapat menjadi primadona ekonomi musim timur.

Hal lain yang perlu dilakukan investigasi bahwa apakah kapal motor tersebut melakukan perburuan di area yang layak menjadi haknya atau masuk pada wilayah nelayan masyakarkat lokal ataupun sesuai ketentuan berapa mil laut. Sehingga perlu dilakukan penyelidikan yang serius atas peristiwa tersebut sehingga masyarakat tidak resah, karena selama musim timur dan barat nelayan pemburu telor ikan terus beroperasi, bahkan hampir 10 Tahun terakhir hasil telor ikan sangat minim akibat para pemburu tidak jelas asalnya dan beroperasi diteritorial yang belum diketahui batas operasi perburuan tersebut. Dengan demikian masyarakat mengharapkan Instansi teknis terkait untuk melakukan investigasi atas permasalahan ini karena meresahkan masyarakat pesisir timur Kei Besar-Maluku Tenggara.

Last Updated on Wednesday, 26 June 2019 14:47  

JW Media Player

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Simple Video Flash Player Module



Get the Flash Player to see this player.