• Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
Home Sejarah Singkat

REFLEKSI PEMAHAMAN NILAI FILOSOFI HUKUM ADAT LARVUL NGABAL

Oleh : Yos F. Rettobjaan

Hukum adat Larvul Ngabal sangat fasih diucapkan oleh seluruh orang Kei dari anak2 hingga orang tua karena merupakan warisan budaya leluhur Kei,  namun apakah nilai dan filosofi hukum adat Larwul Ngabal masih menjadi pedoman hidup seluruh orang Kei ?  Ataukah kesadaran akan nilai dan filosofi Hukum Adat Larwul Ngabal baru terlihat saat orang Kei sakit atau mengalami kesulitan hidup.

Tak dapat dipungkiri bahwa dewasa ini telah terjadi pergeseran nilai dan pandangan hidup orang Kei, karena berbagai pengaruh kemajuan atau perkembangan, baik dari sisi politik dan pemerintahan, agama, pendidikan maupun ekonomi.

  • Politik dan Pemerintahan

Menurut ilmu politik, politik adalah seni, upaya atau cara  mempengaruhi orang lain untuk memperoleh kekuasaan demi kesejateraan bersama, namun seni mempengaruhi ini  banyak kali diabaikan dan oleh politisi dan lebih penggunakan upaya atau  cara mempengaruhi, baik santun maupun  tidak santun dengan mengesampingkan nilai-nilai hukum adat Larvul Ngabal,   kondisi ini riil terlihat jelas pada setiap hajatan politik, sehingga turut berpengaruh terhadap pandangan generasi muda Kei terhadap nilai-nilai luhur  dari hukum adat Larwul Ngabal.

Disamping itu penerapan pemerintahan semasa ORDE BARU yang menyamaratakan  seluruh desa di Indonesia, menyebabkan banyak perangkat adat kita tidak berfungsi  sehingga penerapan hukum dan pemerintahan adat menjadi kendur, sehingga turut mempengaruhi regenerasi budaya, adat dan hukum adat  Larwul Ngabal untuk generasi penerus.

  • Agama

Ada berbagai pandangan agama terkait hukum adat Larwul Ngabal, ada yang menganggap berhala, sesat, dan lain-lain. Namun pernakah kita merefleksi nilai-nilai dalam hukum adat Larwul Ngabal dengan nilai-nilai yag dianut masing-masing agama, apakah 10 perintah Allah dalam agama bertentangan dengan 7 pasal dari Hukum adat Larvul Ngabal, ataukah memang memiliki  kesamaan yang bisa saling menguatkan.

Apakah kita pernah mambayangkan bagaimana leluhur kita yang belum bersekolah dan belum beragama mampu merumuskan hukum adat Larwul Ngabal  yang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang ada, apakah Hilaai  Kasdew memiliki kemampuan intelektual  untuk merumuskan 7 pasal hukum adat  Larwul Ngabal lengkap dengan sasa sor fit ?  ataukah ini merupakan wujud kerja roh Allah dalam dirinya, untuk menyelamatkan umat manusia yang ada di Kepulauan Kei pada Waktu itu.

Mungkin ini merupakan materi refleksi bagi kita masyarakat Kei saat ini yang telah beragama dan berpendidikan tinggi.

  • Pendidikan

Sistem Pendidikan kita telah menjadikan warga masyarakat kita pintar, cerdas dan rasional. Kondisi ini menjadikan mayoritas masyarakat kita mengandalkan rasionalitas terhadap semua aspek kehidupan, sehingga tidak lagi mengandalkan hati untuk  memahami sesuatu, kondisi ini turut mempengaruhi eksistensi warisan  nilai-nilai budaya dan hukum adat kita.

  • Ekonomi

Tuntutan ekonomi masyarakat  Kei dewasa ini telah menjadikan harta dan kedudukan adalah segala-galanya, sehingga semua nilai Hukum Adat dan Agama diabaikan untuk mendapatkan harta dan kedudukan dimaksud,   bahkan aktifitas memperjual belikan perempuan pun dianggap hal biasa yang dilegalkan pemerintah, sementara pemuka agama dan adat tidak ada yang berkomentar apalagi bertindak, padahal filosofi hidup leluhur Kei yang kita kenal bahwa harta i bloer ne umat I manan.

Kondisi riil yang telah diuraikan di atas  mempengaruhi pemahaman generasi muda kita terhadap nilai-nilai hukum adat bahkan agama,  dianggap sebagai hal biasa yang tidak perlu di indahkan, kondisi ini mempengaruhi nilai kekerabatan antar orang Kei menjadi kendur, sehingga pertengkaran, keributan bahkan pembunuhan antar orang Kei di anggap hal biasa.

Pandangan masyarakat adat Kei terhadap dosa

Leluhur Kei sejak dahulu telah mengenal Allah  berupa kuasa dan kekuatan besar yang  ada di matahari dan bulan (sob duang Ler Wuan) yang perlu disembah,  selain itu maka masing-masing kampung bahkan marga memiliki mitu (Dewa) yang juga disembah dengan berbagai aturan dan larangan sebagai pedoman hidup komunitas masyarakat pada waktu itu, mitu ini merupakan wujud kemampuan masyarakat Kei  dulu dapat berkomunikasi dengan roh yang hingga saat ini belum dapat dijelaskan dengan rasional roh siapa sebetulnya mitu dimaksud.

Kemajuan budaya masyarakat Kei pada zaman  setelah tercetusnya hukum adat  yang dirumuskan oleh Hilaai Kasdew di woma rer Letwuan, dengan berlakulah ke- 7 pasal hukum adat beserta sasa sor fit yang kita kenal dengan nama hukum adat Larwul Ngabal yang berlaku di seluruh wilayah kepulauan Kei hingga saat ini, pada intinya mengatur tatanan hidup bermasyarakat dalam bentuk larangan, sehingga bentuk pelanggaran dimaksud dikenal dengan dosa.

Konsep dosa bagi masyarakat Kei adalah pelanggaran hukum adat yakni ke-7 pasal yang dirinci dalam sasa sor fit, sehingga pelanggaran hukum adat harus diselesaikan dalam bentuk sangsi adat baik berupa fisik maupun moral.

Sangsi adat dimaksud merupakan bentuk penyadaran dan pertobatan terhadap kesalahan dan dosa agar tidak terulang lagi, mengingat keyakinan orang Kei bahwa sakit (penyakit) dan kesulitan hidup adalah akibat dosa.

Perbedaan pemahaman terkait sangsi adat dan wujud persembahan (sesaji).

Pergeseran pemahaman dan praktek masyarakat Kei terhadap sangsi pelanggaran hukum adat dewasa ini sangat bervariasi, hal ini disebabkan karena budaya tutur kita memiliki kelemahan pada daya ingat manusia, disamping itu adat mau dimoderenkan oleh orang Kei sendiri. Selain itu maka konsep penyelesaian pelanggaran atau dosa dalam wujud persembahan juga berbeda, ada yang menyembah hukum, dan ada yang menyembah leluhur. Konsep persembahan dimaksud juga membingungkan masyarakat, sehingga bilah kita bertanya apakah hukum adalah Tuhan atau hanya aturan hidup? juga leluhur apakah perlu disembah atau cukup dihormati? menurut saya penyembahan terhadap hukum adat dan leluhur adalah pemahaman yang perlu diluruskan, karena yang perlu disembah adalah Tuhan/Allah yang disembah dalam agama dan bukan leluhur atau hukum adat (sob Duad ne taflurut nit). Sama halnya dengan leluhur kita menyembah kekuatan yang ada pada matahari dan bulan (sob duang ler wuan), sehingga doa, permohonan ampun dan tobat serta sesaji kita seharusnya diarahkan kepada Tuhan/Allah sebagai  asal dan tujuan segala sesuatu, sedangkan kepada leluhur patut meminta maaf karena kita sebagai anak cucu tidak setia memegang teguh adat istiadat kita.

Bagaimana seharusnya masyarakat Kei

Bertolak dari pandangan dan uraian singkat kami di atas maka konsep pemahaman masyarakat Kei sebaiknya :

  1. Menghargai hukum adat Larwul Ngabal sebagai salah satu pedoman hidup yang diwarisi sejak leluhur.
  2. Hukum adat Larwul Ngabal sebagai sumber kekuatan budaya kita yang mampu mempersatukan seluruh  orang kei dalam ikatan persaudaraan dan kekerabatan, bahkan  mampu melintasi kampung, agama dan pulau dalam seluruh wilayah kepulauan Kei.
  3. Doa, penyesalan dan pertobatan serta persembahan adat (sesaji) sebaiknya diarahkan kepada Tuhan/Alla asal dan tujuan segala sesuatu yang di diyakini masing-masing agama, dan bukan kepada leluhur atau hukum adat itu sendiri (sob duad ne teflurut nit) sehingga seluhur hanya perlu dihormti dan memohon maaf kepada mereka atas kelalaian kita dan bukan disembah.
  4. Semua generasi penerus Kei harus belajar dan menggali hukum dan budaya kita agar tidak hilang identitas kita sebagai orang Kei.

 

================

 


 

Hukum

JW Media Player

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Simple Video Flash Player Module



Get the Flash Player to see this player.



Polls

Penilaian anda untuk web ini?
 

CALENDAR

Photo Gallery

Slideshow Image 1
Slideshow Image 2
Slideshow Image 3
Slideshow Image 4
Slideshow Image 5
Slideshow Image 6
Slideshow Image 7
Slideshow Image 8
Slideshow Image 9
Slideshow Image 10

Who's Online

We have 122 guests online